Minggu, 01 Juni 2008

Proyek Baru

Setelah sedikit tahu tentang script, kini ane rasanya terobsesi skali untuk membuat bermacam2 game, setelah membuat game bertipe petualangan dan figting kini aku terobsesi sekali untuk membuat game yang bertipe lain dan kini anepun udah punya 2 konsep game, dan udah mulai aku kerjakan, rencananya sih untuk ikutanj festifal di bali, pada juli nanti, 2 gameku kali ini ku beri judul "Petualangan KenArok" & "Cita2 Matius".

Rabu, 21 Mei 2008

Ahirnya Dapat Nominasi Lagi


Saat ini baru pukul, 9 ; 36, dan aku berada di ITS untuk kembali mempresentasikan GAME ku ( dpt nominasi ), meskipun baru dpt nominasi aku senang sekali, karna ini adalah untuk kedua kalinya aku dpt nominasi ( sebelumnya di semarang dpt nmr 4 ). andaikata langkahku terhenti hanya sampai disini akupun sudah sangat bersyukur, soalnya, sainganku adalah mahasiswa2 mulai dari S1 dan S2 dan pesertanya mencapai ratusan , sedangkan aku baru duduk di semester 2.


ganbar diatas adalah suasana ITS pada pukul 9 ;30

Minggu, 18 Mei 2008

Moga - moga bisa dapat nomor lagi


Di atas itu adalah gambar user interface Game ke 4 ku, ( keramalang ).dan rencananya akan aku ikutkan festifal nasional di ITS surabaya, pada tanggal 19 - 23 mei 2008. mudah2 an kali ini mampu menjadi juara, paling tidak 3 besar lah.

Kamis, 01 Mei 2008

Game Pertamaku dpt No 4


Alhamdllah, meskipun ini game pertamaku tapi sudah mampu meraih No 4, dalam FESTIVAL GAME NAS DI UDINUS pd tanggal 21-23 april 2008

Selasa, 01 April 2008

Selasa, 18 Maret 2008

wedd cove

Minggu, 02 Maret 2008

AREMANIA TEMBUS DUNIA PERFILMAN


REVIEW 81 MENIT FILM "THE CONDUCTOR" - TABRAKAN YANG BERANI By : KeRamAlang
Sebuah “Oplosan” yang sangat berani dari sang sutradara manakala kehidupan 3 orang Conductors yang sangat sangat berbeda hampir dari segala aspeknya berhasil di “Kawin” kan di dalam film ini.
Adie M.S dari Twilite Orchestra Jakarta, seorang konduktor kawakan Indonesia. A.G.Sudibyo dari paduan suara PARAGITA Universitas Indonesia. dan… Yuli Soempil dari paduan semangat AREMANIA Malang !!
Sangat lah kontras saat musik-musik orkestra Adie.MS yang identik dengan kaum mapan,eksklusif, cerutu dengan tembakau pilihan, wine tahun lama dengan kualitas wahid. di ” OPLOS ” jadi satu dengan kehidupan Aremania ( yang diwakili oleh Yuli ) yang notabene sangat sederhana.
Seorang Adie.MS mungkin sangat menikmati Anggur mahal terbaik yang bisa di belinya… namun seorang Yuli Soempil…Pasti ! saya ulangi… Pasti !! juga sangat menikmati tawaran minum dari para supporter Aremania saat menuju ke ” Panggung ” kecilnya di stadion. mungkin sekedar vodka lokal dengan gelas plastik air mineral. tapi ditawarkan dengan ikhlas,murni, dari hati para nawak nawak Aremania yang merasa senasib sepenanggungan membela singo edan… hmmm beda di harga… namun sama atau bahkan lebih dalam hal kualitas dibandingkan Anggur dengan harga mahal.
Gambaran yang cukup kontras namun Jenius dari seorang Andi Bachtiar Yusuf…
” Tabrakan ” juga terus berlanjut, manakala institusi sekelas Universitas Indonesia ( UI ) yang diwakili oleh A.G.Sudibyo, pimpinan dari paduan suara PARAGITA UI yang pernah memenangkan beberapa penghargaan, diantaranya dua buah silver medal untuk kategori Folkklore with Musical Accompaniment dan kategori Mixed Chamber Choir serta 1 buah Bronze Medal untuk kategori Musica Sacra A Capella pada The 2nd Choir Olympic di Busan, Korea Selatan, disandingkan dengan atraksi-atraksi AREMANIA yang sangat memukau. lengkap dengan kalimat ” jan** ” atau ” DIBUNUH SAJA ” yang khas supporter… he..he..he
Bayangkan saja… ( jangan lama-lama ) musik orkestra yang sangat disiplin partiture ditambah paduan suara megah dari institusi pendidikan nomer satu di Indonesia. dicampur dengan lagu lagu “keras” dan sumpah serapah para supporter Aremania ! wuihh…. umpama minuman ini KOPI SUSU ! disatu sisi lembut… disatu sisi keras dalam waktu yang bersamaan…. kipa ilakes…sensasional….
Namun… apapun tidak lepas dari berbagai kekurangan di sana - sini. kamera goyang sedikit… atau tata cahaya yang kurang sempurna. atau durasi yang kurang panjang mungkin. yah… untuk film dengan budget dibawah Rp. 200 Juta rupiah apa lagi dikerjakan dalam waktu kurang dari satu tahun. hasil akhirnya cukup memuaskan bagi saya pribadi. Sebuah Portofolio yang sangat penting buat Aremania.
Saya tidak bisa membayangkan apabila Andi Bachtiar Yusuf menggarap film ini dengan budget yang sama dengan film - film nasional yang temanya melulu soal horor atau romantisme standard yang menelan biaya milyaran rupiah. entah seperti apa jadinya… mungkin melibatkan ratusan awak film, kamera seluloid, atau pengambilan gambar dengan Helikopter… pasti… wajah sam Yuli akan lebih ganteng… he..he..he..
Terlepas dari kurang lebihnya film ini… yang jelas Sam Ucup sudah memulai… kalau anda puas, berarti ini adalah sebuah dokumentasi yang berharga.
Kalaupun anda tidak puas dengan film The Conductors ini… saya pribadi menanti.. nawak nawak Aremania atau para film makers kota Malang untuk membuat film Tandingan…! jangan mau kalah, kalau bisa jangan 80 menit… yah minimal dua kali 45 menit lah…. plus turun minum. he..he..
Jujur… di akhir-akhir film. rasa nasionalisme saya sebagai warga negara Republik Indonesia, tersengat. mana kala ketiga tokoh ini dengan ketiga massa nya yang berbeda beda menyanyikan Indonesia Raya…. kebanggaan saya sebagai warga Indonesia pada umumnya dan sebagai kera ngalam pada umumnya semakin bertambah ketika melangkah keluar gedung bioskop.
Kesimpulan terakhir… ditinjau dari berbagai aspek. tema film, semangat didalamnya, sedikit sentuhan kemewahan, romantisme kesederhanaan, handicap-handicap yang ada hingga performance para punggawa film ini yang sangat bersahabat. Bukan hanya film nya saja, namun orang-orang yang berada dibalik pembuatan film ini, orang-orang yang diangkat kisahnya dalam film ini. semuanya …berkualitas A . sebuah tontonan dan pengalaman yang sayang untuk anda lewatkan……
Terima kasih untuk sam Andi Bachtiar Yusuf ( director ), sam Faiz “Chemonk” Tjotjona ( director of photography ), sam Ronny P. Tjandra ( Jive! collection ) dan nawak-nawak yang lainnya.
Salam. KeraMalang

Rabu, 13 Februari 2008